Leukosit : Limfosit dan Monosit

2 04 2008

Disampaikan pada perkuliahan Hematologi Akademi Analis Kesehatan An-Nasher Kaliwadas

Limfosit terdiri atas satu keluarga sel-sel berbentuk sferis dengan karakteristik morfologi yang sama. Limfosit dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan molekul-molekul permukaan yang berbeda (penanda) yang dapat dikenali dengan cara imunositokimia. Limfosit juga memiliki peranan fungsional yang berbeda, yang semuanya berhubungan dengan reaksi imunitas dalam bertahan terhadap serangan mikroorganisme, makromolekul asing dan sel-sel kanker.

Limfosit dengan garis tengah 6-8 um dikenal sebagai limfosit kecil. Di dalam peredaran darah terdapat sedikit limfosit sedang dan limfosit besar dengan garis tengan sampai 18 um. Perbedaan ini mempunyai arti fungsional karena limfosit yang lebih besar diduga adalah sel yang telah diaktifkan oleh antigen spesifik. Sel ini akan berkembang menjadi limfosit T atau B efektif.

Limfosit kecil, yang mendominasi dalam darah memiliki inti sferis, kadang-kadang berlekuk. Kromatinnya padat dan tampak sebagai gumpalan kasar, sehingga inti ini terlihat gelap pada sajian biasa, suatu ciri yang memudahkan pengenalan limfosit. Pada sediaan apus darah, anak inti limfosit tidak terlihat, namun dapat diperlihatkan dengan teknik pewarnaan khusus dan dengan mikroskop elektron.

Sitoplasma limfosit kecil sangat sedikit, dan pada sediaan apus darah tampak sebagai tepian tipis di sekitar inti. Limfosit kecil sedikit basofilik, berwarna biru muda pada sediaan berwarna. Limfosit kecil mungkin mengandung granulo azurofilik. Sitoplasma limfosit kecil memiliki beberapa mitokondria dan sebuah kompleks golgi kecil yang berhubungan dengan sepasang sentriol; sitoplasma mengandung banyak poliribosom bebas.

Jangka hidup limfosit bervariasi; ada yang hanya hidup beberapa hari sedangkan yang lain tahan hidup dalam sirkulasi darah bertahun-tahun.

Pembagian fungamental limfosit dalam 2 golongan dapat dilakukan berdasarkan tempat diferensiasi limfosit dan adanya protein membran integral tersendiri. Sel prekursor muncul dalam sumsum tulang pada akhir kehidupan fetal, dan proliferasi lambat sel-sel ini berlanjut selama kehidupan pasca lahir. Diferensiasi menjadi sel imunokompeten terjadi dalam sumsum tulang dan dalam timus.

Pada awal tahun 1960-an, eksperimen dengan embrio ayam menyingkap satu dari tempat anatomis berlangsungnya diferensiasi limfosit. Bursa Fabrikus adalah masa jaringan limfoid yang terletak dekat dengan kloaka burung. Bila jaringan ini dihancurkan dalam embrio (secara bedah atau dengan pemberian testosteron kadar tinggi), anak ayam akan hilang kemampuan menghasilkan imunoglobulin (IgM, IgG, dan lainnya). Terhadap antigen spesifik. Dengan perkataan lain, imunitas humoral suatu proses yang membutuhkan adanya imunoglobulin di dalam darah terganggu. Jumlah limfosit yang ditemukan dalam daerah tertentu dalam limfonodus dan limpa sangat menurun, mengakibatkan daerah-daerah ini disebut sebagai daerah dependen-bursa. Limfosit yang dipengaruhi disebut limfosit B atau Sel B. Pada mamalia (termasuk manusia) sudah diakui secara umum bahwa limfosit B memperoleh ciri khasnya dalam lingkungan mikro khusus dalam sumsum tulang.

Eksperimen pada tikus yang baru lahir memperlihatkan bahwa pengangkatan timus mengakibatkan penurunan tajam dalam respon imun seluler – respon yang memerlukan adanya sel-sel hidup – berbeda dengan respon humoral yang bergantung pada imunoglobulin yang bersirkulasi. Contoh penting respon imun selular pada manusia adalah penolakan organ cangkokan, seperti kulit atau ginjal. Pada tikus yang mengalami timektomi, nodus limfatikus dan limpanya menunjukkan hilangnya limfosit pada daerah-daerah yang berbeda dengan hilangnya limfosit pada daerah yang diakibatkan pembuangan bursa fabrikus. Daerah ini disebut dependen-timus; sel-sel terkaitnya disebut limfosit T atau Sel T.

Timus dan ekivalen-bursa pada mamalia (sumsum tulang) disebut organ limfoid primer atau organ limfoid sentral, dan limfosit yang berkembang dalam organ-organ ini membentuk koloni sekunder atau perifer tubuh, tempat jaringan limfoid ditemukan secara difus, bersimpai atau berbentuk organ.

Dalam darah, kebanyakan limfosit (~80%) adalah sel T dengan umur sangat panjang. Sel-sel ini memiliki beberapa fungsi. Limfosit T ini dapat mengatur aktivitas sel T atau sel B lain baik secara positif (sel T helper) dan secara negatif (sel T supresor). Sel T menghasilkan beberapa faktor (limfokin) yang mempengaruhi kegiatan makrofag, seperti pergerakan makrofag menuju tempat inflamasi. Beberapa limfosit T (sel sitotoksik) menghasilkan substansi yang mematikan sel-sel lain, termasuk sel tumor, sel yang terinfeksi virus dan cangkokan asing. Persentase lebih kecil dari limfosit yang bersirkulasi (~ 15%) adalah limfosit B, yang bila mendapat rangsangan sesuai, membelah diri beberapa kali dan berdiferensiasi menjadi sel plasma dalam jaringan dan menghasilkan imunoglobulin. Imunoglobulin spesifik (opsonin) menyelubungi bakteri dan penyerang lainnya, sehingga mereka lebih mudah difagositosis oleh makrofag. Akhirnya, terdapat sejumlah limfosit dalam darah (~5%) yang tidak memiliki antigen permukaan limfosit T maupun B dan disebut sel null. Sel ini kemungkinan adalah sel induk yang bersirkulasi.

Baik limfosit B maupun T juga memperlihatkan peristiwa memori imunologik. Setiap limfosit disiapkan untuk memberikan respon hanya terhadap satu antigen saja. beberapa sel yang dihasilkan itu berkembang menjadi sel efektor; misalnya sebuah limfosit B akan berkembang menajdi sel plasma yang akan menghasilkan antibodi. Sel lain tetap tidak aktif (sel memori) namun disiapkan untuk memberikan respon lebih cepat dan lebih hebat terhadap pertemuan berikut dengan antigen spesifik itu.

MONOSIT

Agranulosit yang berasal dari sumsum tulang ini bergaris tengah antara 12 sampai 20 um. Intinya lonjong, berbentuk tapal kuda, atau berbentuk ginjal dan umumnya terletak eksentris. Kromatinnya kurang padat dan tersusun lebih fibrilar daripada dalam limfosit (yang merupakan ciri paling tetap pada monosit). Karena penyebaran kromatin yang baik ini, inti monosit berwarna lebih pucat daripada inti limfosit besar.

Sitoplasma monosit bersifat basofilik dan seringkali mengandung granula azurofilik yang sangat halus, beberapa di antaranya mendekati batas resolusi mikroskop cahaya. Granula-granula ini disebarkan ke seluruh sitoplasma, memberinya warna kelabu-biru pada pulasan berwarna. Granula-granula azurofilik dari monosit adalah lisosom. Pada mikroskop elektron, satu atau dua anak inti tampak di dalam inti, dan terlihat sedikit retikulum endoplasma kasar, poliribosom, dan banyak mitokondria kecil. Kompleks Golgi yang berperan dalam pembentukan granula lisosom terdapat dalam sitoplasma. Banyak mikrovili dan vesikel pinositotik pada permukaan sel.

Monosit dijumpai dalam darah, sebagai prekursor sistem fagosit mononukleus yang baru dibentuk. Setelah menerobos dinding kapiler dan masuk dalam jaringan ikat, maka monosit berkembang menjadi makrofag. waktu paruh monosit dalam darah ialah 12-100 jam, dan tidak terdapat bukti nyata adanya resirkulasi setelah monosit memasuki jaringan ikat. Dalam jaringan ini monosit berinteraksi dengan limfosit dan berperan penting dalam pengenalan dan interaksi dari sel imunokompeten dan antigen.

About these ads

Aksi

Information

2 tanggapan

14 04 2008
deckyariga@yahoo.co.id

mudah-mudahan amal baik bapak di terima ALLAH SWT karena ilmu yang telah bapak berikan. AMIN.

27 09 2008
taongaaje

Saya senang membaca artikel yang berhubungan dengan darah karena saya pernah pasien RS darmais karena penyakit leukemia. Terimakasih atas tulisan ini, kiranya Tuhan memberkati

Wassalam Jenner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: